Asuransi Pendidikan …Bagaimana Pemahaman yang Tepat?
Sebelum membahas tentang topik asuransi pendidikan, mari kita simak di video di bawah ini.
Dalam menjalankan profesi sebagai seorang Financial Consultant, banyak orang menanyakan tentang asuransi pendidikan untuk mempersiapkan biaya sekolah anaknya. Para orang tua memang suka asuransi pendidikankarena menganggap asuransi pendidikan ini adalah jaminan biaya pendidikan anak mereka aman. Tapi benarkah demikianfungsi asuransi pendidikan yang mereka miliki?
Kalau kita melakukan survey kecil-kecilan, biasanya anak bisa sekolah sampai selesai karena asuransi atau karena orang tuanya masih mampu bekerja?
Jawabannya adalah karena orang tuanya masih mampu bekerja. Berarti kemampuan bekerja inilah yang menjadi jaminan atau asuransi bagi pendidikan anak kita.
Seorang anak bisa sekolah sampai selesai bukan karena asuransi, melainkan karena orang tuanya masih mampu bekerja dan punya penghasilan untuk sekolahkan anaknya. Berarti di sini, kita bisa lihat bahwa yang harus diasuransikan lebih dahulu adalah sang orang tuanya terlebih dahulu, barulah setelah itu mengasuransikan anak-anak.
Namun demikian bila budgetnya mencukupi, alangkah baiknya 1 keluarga tersebut diasuransikan semua karena kita tidak bisa mengetahui musibah atau resiko kehidupan akan dating ke siapa : ayah, ibu, atau sang anak.
Bagaimana jika budget terbatas?
Jika budget terbatas, yang harus diasuransikan terlebih dahulu adalah sang pencari nafkahnya, karena pencari nafkah ini berfungsi seperti Mesin ATM keluarga. Jika Mesin ATM rusak, maka sumber uang pun terhenti.
Mari kita simak dua skenario di bawah ini :
Skenario Satu :
Jika orangtua hanya mengambil asuransi pendidikan tanpa asuransi jiwa, lalu di tengah jalan dia kehilangan kemampuan mencari penghasilan (meninggal dunia, cacat total, atau penyakit kritis), apakah anaknya akan bisa sekolah?
Kemungkinan besar tidak, karena biaya hidup tidak bisa ditunda. Dana yang ada di rekening asuransi pendidikan pun bisa jadi terpakai untuk biaya hidup.
Skenario Dua :
Jika orangtua hanya mengambil asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan 1 M (dengan tambahan cacat total dan penyakit kritis) tanpa asuransi pendidikan, lalu di tengah jalan dia kehilangan kemampuan mencari penghasilan, apakah anaknya masih bisa sekolah?
Kemungkinan besar bisa, karena ada uang pertanggungan 1 M tersebut dari asuransi jiwa, yang dapat digunakan untuk biaya hidup maupun biaya pendidikan.
KeSimpulan
- Seorang anak bisa sekolah sampai selesai bukan semata-mata karena asuransi, melainkan karena orang tuanya masih mampu bekerja. Kemampuan bekerja inilah yang menjadi jaminan pendidikan bagi sang anak.
- Memiliki asuransi adalah seperti memiliki payung, sebisa mungkin semua anggota keluarga punya payung masing-masing karena kita tidak bisa memprediksi resiko kehidupan (musibah) akan kena ke siapa
- Bila budget terbatas, maka yang harus diasuransikan lebih dahulu adlah orang tua (sang pencari nafkah) agar jika terjadi sesuatu dengan orang tuanya, cair sejumlah UANG BESAR dan UANG BESAR itu bisa dipergunakan untuk jaminan pendidikan anak.
Dalam produk asuransi jiwa jenis unit link pun bisa ditambahkan sejumlah dana untuk persiapan pendidikan, yaitu dengan memperbesar top up regular (premi untuk tabungan/investasi).
Untuk informasi lebih lanjut mengenai asuransi pendidikan, silakan hubungi Cristine Liman di WA 0815-900-8573.
Bagi Anda yang ingin membeli Tabungan Pendidikan bagi buah hati kesayangan Anda, klik
tombol di bawah ini karena ada Diskon 10% bagi Anda yang perduli akan masa depan pendidikan anak Anda.
Konsultasi Gratis dan Info lebih lanjut mengenai Asuransi pendidikan, hubungi Agen Allianz terpercaya Cristine Liman di no whatsapp berikut.